Sabtu, 26 Desember 2009

SHALAT ADALAH KEBUTUHAN


Shalat adalah media komunikasi kita terhadap Allah s.w.t, dan merupakan ibadah yang wajib di laksanakan oleh setiap muslim. Shalat termasuk ke dalam rukun Islam, jika orang yang beragama islam belum sempurna dalam melaksanakan shalat, berarti orang tersebut belum sepenuhnya beriman dan belum menegakkan agama Islam.

Ibadah shalat adalah kewajiban, mungkin dalam benak pikiran kita sesuatu yang wajib merupakan sesuatu yang bersifat memaksa, keharusan, sehingga menjadi sesuatu yang berat untuk di laksanakan, tetapi sebaliknya sesuatu yang bersifat butuh, kita selalu berjuang memenuhi sesuatu yang butuh tersebut untuk mencapai kepuasan.

Kebutuhan kita di dunia ini antara lain :

  1. kebutuhan jasmani, contohnya dalam hal memenuhi kepuasan jasmani seperti makan, minum, dll
  2. kebutuhan rohani, mencakup ketenangan batin, pikiran,hati, dll
Tetapi di dunia ini kita selalu memenuhi kebutuhan jasmaninya saja, sedangkan kebutuhan rohani jarang kita pedulikan ( pikirkan ), padahal untuk mencapai kebahagiaan di dunia kita harus memenuhi kedua kebutuhan tersebut secara seimbang. Itulah kesempurnaan dalam hidup menyeimbangkan antara kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani.

Tidak dapat di pungkiri setiap hari kita memenuhi kebutuhan jasmani seperti makan, minum. Karena semua itu merupakan membutuhkan yang harus di penuhi, yang tanpa terasa akhirnya menjadi suatu kewajiban. Dalam shalat pun seharusnya demikian menjadi suatu kebutuhan dahulu dan akhirnya menjadi suatu kewajiban, karena apabila shalat sudah menjadi kebutuhan otomatis shalat akan menjadi sesuatu yang wajib karena kita membutuhkan shalat.

Apa yang kita butuhkan dari Shalat??
yang kita butuhkan dari Shalat yaitu:
  1. Mendapat pahala
  2. Mendapat ridha Allah
  3. Dapat mencegah perbuatan-perbuatan keji dan mungkar
  4. Mendapat derajat yang tinggi dari Allah
Dalam melaksanakan Shalat kita mendapat banyak keuntungan, selain mendapat manfaat di atas, kita juga akan mendapat ketenangan batin,pikiran,dan ketenangan hati, ketenangan itulah yang kita butuhkan di dunia ini, sehingga kita akan merasa Shalat sebagai kebutuhan kita yang nantinya akan menjadi suatu kewajiban.
kita semua jarang merasakan ketenangan batin, pikiran,dan hati. Karena kita di sibukkan duniawi semata, tidak ada ketenangan yang sempurna yang kita temukan selain dalam Shalat. Ketengan batin,pikiran,dan hati semua itu akan kita dapatkan dalam Shalat, disiplinlah dalam melaksanakan Shalat, Jika kita ingat terhadap Shalat kemudian melaksanakannya dan berdo'a(karena isi setiap bacaan dalam shalat merupakan do'a) Allah pun akan ingat kepada kita, jika Allah ingat kepada kita, tidak mustahil Allah akan memberikan apa-apa yang kita mau, dan mengabulkan do'a tulus kita.

Jika anda ingin disiplin dalam mngerjakan Shalat, maka pikirkan bahwa anda menginginkan ketenangan batin,pikiran,dan hati, dan menginginkan kasih sayang Allah sehingga selamat dunia dan akhirat. Aaammiiin!!!!




Minggu, 06 Desember 2009

Antara Akidah dan Kebudayaan



Banyak permasalahan yang terjadi di kalangan masyarakat indonesia terutama di pelosok-pelosok derah di indonesia yang masih melekatnya tradisi kebudayaan nenek moyang dengan akidah agama islam, tidak bisa di pungkiri negara kita memeng merupakan negara yang mempunyai keanekaragaman berbudaya di bandingkan dengan negara lain di dinia.

Tapi pandangan sebagian orang terhadap budaya daerah yang masih ada di kalangan masyarakat berbeda-beda, permasalahan ini di akibatkan perubahan kepercayaan nenek moyang kita pada zaman dulu, nenek moyang kita dulu menganut ajaran agama Hindu Budha, memeang sampai sekarang ajaran tersebut masih ada di beberapa pelosok daerah di negara indonesia. Tapi sekarang sebagian besar wilayah indonesia masyarakatnya beragama Islam.

Banyak warga Islam di indonesia yang masih menjalankan tradisi budaya leluhurnya padahal tradisi tersebut sangat bertentangan dengan akidah islam contohnya: tradisi memandikan keris, membuat sesajen, jiarah ke kubur leluhur untuk meminta sesuatu, ngukus dll. Bahkan lebih parah lagi banyak tradisi-tradisi mistis yang di kerjakan pada momen-momen hari kebesaran agama islam padahal islam tidak menganjurkan seperti itu. Tapi di sisi lain menurut budayawan tradisi tersebut merupakan kebudayaan yang harus di jaga kelestariannya.

Seharusnya pemerintah indonesia membuat pengaturan pemerintah untuk membuat sekelompok orang pandai yang melakukan kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat di pelosok-pelosok daerah, karena sebagian besar yang masih menjalankan tradisi leluhur yang bertentangan dengan ajaran islam tersebut merupakan orang islam yang awam terhadap akidah(belum mengerti sepenuhnya tenteng akidah islam).

Guna sosialisasi tersebut untuk menyadarkan masyarakat yang awma dan berguna pula untuk mengantisipasi munculnya agama-agama baru atau ajaran-ajaran baru yang menyesatkan di kalangan masyarakat, sehingga bangsa indonesia tidak di pusingkan lagi dengaan munculnya permasalahan-permasalahan ajaran/aliran sesat.

Saran saya terhadap pemerintah sebaiknya pemerintah melakukan:
  1. Pemerintah harus membentuk tim khusus yang isinya merupakan sekelompok orang-oraang cerdas,berilmu,mengerti terhadap ajaran islam, yang nantinya dapat menyadarkan masyarakat awam. contohnya MUI.
  2. Tim tersebut harus di bentuk dari mulai kab/kota, kecamatan, sampai ke pelosok desa sehingga masyarakat indonesia berada di jalur yang benar.
  3. Tim tersebut harus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat
  4. Selain sosialisasi terhadap masyarakat , tim ini juga harus mengunjungi sekolah-sekolah umum baik swasta maupun negri , dari mulai smp,sma, sampai perguruan tinggi, untuk mengantisipasi semakin maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, sehingga ahlak peljar indonesia menjadi lebih baik.
Semoga artikel ini di baca oleh petinggi pemerintah... ini hanya saran dari seorang remaja yang polos